Memperkenalkan Keanekaragaman Budaya Indonesia di Jenewa


17238677_172668
           D8D_2373

Pada tanggal 25 mei 2013 yang baru lalu, untuk pertama kalinya AIJ mengadakan pameran di  Jenewa.  Didukung oleh Kedutaan Besar RI di Bern dan Perwakilan Tetap RI di Jenewa,  pameran ini diselenggarakan untuk memfasilitasi dan memperkenalkan bakat-bakat anggota AIJ di bidang seni seperti fotografi,  kerajinan, perhiasan, jahit, tari dan lain-lain, serta kuliner, yang tujuan akhirnya memperkenalkan keanekaragaman budaya indonesia dan juga sarana bertemu, bersatu, masyarakat indonesia dan non-indonesia yang cinta Indonesia.

Kesibukan dimulai dari sebelum pukul 8 pagi di tengah hujan dan suhu sekitar 4 derajat celcius.

senny6senny8senny517238677_171805 senny3 senny10   17238677_17180317238677_171829 senny2  17238677_171832 17238677_171823 senny20 D8D_2921

Pada acara pembukaan, Ketua AIJ Chinny Pahud menyampaikan rasa kebanggaan dalam menyelenggarakan dan membukanya bersama-sama dengan Duta Besar Watapri untuk Jenewa, Bapak Triyono Wibowo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss di Bern, Bapak Djoko Susilo, dan Walikota Grand Saconnex, Jean-Marc Comte.

SONY DSC17238677_172018SONY DSCsenny1 17238677_171992 rena17238677_172044 17238677_172051

“Saya bangga dengan AIJ yang senantiasa berupaya mengenalkan keanekaragaman budaya Indonesia ke dunia luar khususnya kepada Swiss. Kegiatan pameran ini yang menampilkan beberapa sisi budaya Indonesia merupakan contoh konkrit komitmen kuat dan cermin kecintaan AIJ pada nilai-nilai budaya Indonesia, serta juga merupakan salah satu bentuk diplomasi budaya Indonesia,” tutur Dubes Triyono Wibowo dalam sambutannya.

Sementara Dubes Djoko Susilo menyampaikan bahwa KBRI Bern akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan yang positif dalam rangka mempromosikan Indonesia di Swiss. Selain itu, kegiatan seperti ini dapat meningkatkan jalinan kerjasama dan persahabatan antara Indonesia dan Swiss. Senada dengan itu, Walikota Grand Saconnex, Jean-Marc Comte, menyampaikan bahwa di wilayahnya yang nota bene 45% di antaranya adalah pendatang, beliau selalu menyambut baik acara pameran kebudayaan dalam rangka mendukung semangat multikultural di wilayahnya.

Salle de Saconnay di mana pameran ini berlangsung  disulap sehingga bernuansakan Indonesia berkat kain-kain nusantara berupa kain-kain tenun dan batik dengan motif yang berwarna-warni dari berbagai pelosok nusantara yang dipinjamkan oleh Ibu Moeliek Wibowo. Selain itu di sepanjang dinding ruangan, terdapat 42 fotografi karya 16 anggota AIJ yang bermukim di Jenewa dan Bern, termasuk Bapak Duta Besar Edi Yusup, yang menampilkan keindahan alam Indonesia dan Swiss.

senny15senny7rena4rena3D8D_2916 D8D_2362

Untuk memuaskan hasrat kuliner pengunjungnya, ada beberapa stan menjajakan penganan khas Indonesia dimulai dari Nasi Gudeg, Somay, Pempek hingga sambal rica-rica dan rempeyek, dan juga jajanan pasar semacam Putu Ayu, Kue Pukis, dan lain-lain, yang biasanya sulit dijumpai di Swiss. Buat pengunjung yang hendak membuat masakannya sendiri, dijual pula bumbu-bumbu khas Indonesia. Namun tak hanya penganan Indonesia, pengunjung juga bisa merasakan kue-kue khas Swiss, seperti bricelets dan meringues.

SONY DSC SONY DSC senny9senny21 17238677_171932 17238677_172577 17238677_172609 17238677_171897 17238677_171903   senny24 D8D_2913 D8D_2897 17238677_171862  D8D_2398

Para pengunjung juga diberi kesempatan untuk mendapatkan berbagai hasil kerajinan tangan dan baju-baju batik, bordir, serta buah karya anggota AIJ sendiri yang berbakat dalam bidang jahit menjahit. Sementara itu di salah satu pojok ruangan terdapat studio foto kecil hasil kerja sama AIJ dan Darma Wanita Persatuan PTRI Jenewa yang memberikan kesempatan para pengunjung untuk memperoleh kenangan berupa foto diri dengan baju tradisional dan make-up Indonesia. Ternyata sambutan pengunjung untuk berfoto ini sangat besar, sehingga mereka rela mengantri untuknya.

17238677_172477 senny4 petitpas patitpas2 D8D_2563

D8D_2404D8D_2381 cessy2 senny16 cessy1 D8D_2457 hedi16rena2 tina hedi2 hedi3

Dalam pameran ini juga ditampilkan tarian Bali Taruna Jaya yang dibawakan oleh Lia Bruckl dan tarian Jawa Wira Pertiwi oleh Chinny Pahud yang mendapat sambutan meriah dari para pengunjung, serta tidak ketinggalan tarian Poco-poco yang ditarikan bersama-sama dengan pengunjung.

SONY DSC D8D_2324 D8D_2634 D8D_2661 SONY DSC D8D_2780 D8D_2828 D8D_2817

Meskipun cuaca tidak mendukung, karena hujan dan dinginnya udara yang tidak biasanya terjadi di akhir bulan Mei, namun tidak menyurutkan semangat datangnya pengunjung yang tidak hanya terdiri dari masyarakat Indonesia di Jenewa, Bern  dan sekitarnya, tapi juga warga Jenewa yang tertarik untuk datang memeriahkan acara yang berlangsung dari pukul 11 hingga pukul 18. Mengutip Ibu Senny Syahfinar, salah satu anggota AIJ, ketika berlangsungnya acara pameran ini, yang menyampaikan kebanggaan dan kebahagiaannya atas suksesnya acara yang sifatnya  “dari kita untuk kita” .  Bahkan ada pengunjung yang tidak mau disebutkan namanya yang mengungkapkan usulnya agar acara ini berlangsung lebih sering tidak hanya satu kali setahun dan tidak hanya satu hari.

Di penutup acara, di umumkan pemenang utama hadiah door prize berupa menginap di Villa Champery, Foto dedikasi Pak Edi Yusup, dan voucher. Selain hadiah-hadiah utama tersebut, pengunjung juga mendapatkan beberapa hadiah hiburan sumbangan peserta pameran seperti foto, kerajinan dan lain-lain.

senny2 17238677_172355 17238677_172280 17238677_17228317238677_171921 SONY DSCsenny13 D8D_2841 17238677_172451 D8D_2449D8D_2745

D8D_2764 D8D_2755

Kepada pemenang menginap di Villa Champery, sang pemilik villa Luc Defago berujar, ” voici les heureux gagnants du 1er prix Tombola! Nous nous réjouissons de les accueillir à Champéry! au chalet les Croix”

luc

Sampai ketemu di acara AIJ selanjutnya

17238677_172512 17238677_172575 17238677_172516 17238677_172520 senny23 17238677_172527  D8D_2895 D8D_2911 D8D_2396

D8D_2944

D8D_2959 D8D_2950

Foto-foto oleh : Heru Fathurohman, Dadan Wardhana, Senny Syahfinar, Tina Sutriesno, Hedi dan Harun

senny11 D8D_2483 D8D_2466 D8D_2621

Advertisements

Pameran AIJ, 25 Mai 2013

Poster Eng ver. 02 - A5 

Poster Fra ver. 02 - A5Poster Eng ver. 02 - A5Poster Ind ver. 02 - A5

Tujuan

  1. Fasilitasi dan memperkenalkan bakat-bakat anggota AIJ di bidang seni (fotografi, lukis, handycraft, perhiasan, jahit, dll).
  2. Sarana bertemu, bersatu, masyarakat indonesia dan non-indonesia yang cinta Indonesia.
  3. Memperkenalkan budaya Indonesia.

 Tanggal dan Lokasi

Sabtu, 25 Mai 2013, di Salle de Saconnay, Ferme Sarasin, Chemin Edouard-Sarasin 47,

CH – 1218 Le Grand-Saconnex

map

 Picture1 Picture2     

 Karya Pameran

  1. Fotografi (tema: Indonesia atau Swiss)
  2. Lukisan
  3. Art
  4. Kerajinan atau Handicraft

Program Acara

08.00 – 11.00 Persiapan

11.00 – 11.30 Pembukaan/Vernissage disertai pertunjukan tari bali oleh Lia Bruckl, Teruna Jaya

11.30 – 18.30 Pameran

15.00 Pertunjukan tari oleh Chinny Pahud dan poco-poco

18.30 – penutupan

Target Pengunjung

 Masyarakat Indonesia dan masyarakat umum di Swiss dan sekitarnya .

Pengunjung tidak dikenakan biaya masuk.

AIJ goes to Leysin, Oxygene des Alpes

Tanggal 23-24 Maret 2013 yang baru lalu, kegaduhan membahana di bumi Leysin …

Leysin yang dijuluki “Oxygene des Alpes” , terlihat sunyi, damai dan tentram ketika convoy AIJ memasuki desa tersebut, namun dalam sekejap suasananya berubah menjadi hangat dan seru suasananya.

leysin5

Makanan banyak dan Lezat hasil karya master chef, top chef a domicile, hiking dan berfoto ria di atas dataran les moses yang tinggi saljunya melebihi tinggi badan – hingga membuat para hikers amatir AIJ ” tenggelam”  di dalam salju,  diskusi seru dan penuh informasi, nonton bersama film Habibie dan Ainun yang membuat tertawa dan nangis hingga bengkak mata ke-esokan harinya, serunya ber-seluncur dengan toboggan, ski di tengah kabut, dan akhirnya ditutup permainan Jenga yang mendebarkan hati.

Benar-benar seru, fun dan heboh. … sungguh kebersamaan yang menghangatkan hati …

Photos by: Senny, Hanny, Dadan, Hedi dan Cessy

leysin1

senny22

leysin3leysin2 leysin35 leysin34 leysin33 leysin32 leysin31  leysin4  senn3DWHS-20130323013leysin6 leysin7 senny1senny2DWHS-20130323005DWHS-20130323008DWHS-20130323009tambah3senny4DWHS-20130323030leysin8 leysin9 leysin10 leysin11 DWHS-20130323082DWHS-20130323086leysin12DWHS-20130323079 leysin21 leysin20 leysin19 leysin18 leysin17  leysin15 leysin14 leysin13 leysin30 leysin29 leysin28 leysin27 leysin24 leysin23 hani2DWHS-20130323130 hani3 hani4 hani5 hani6 hani7 hani8 hani9 hani10 hani11 hani12 hani13 hani14 hani15photo7 hani16  hani18 hani19    tambah4 senny5 senny6 senny7 senny8 senny14senny9 DWHS-20130323143_cr_cbsenny10 senny11 senny12 senny13  senny15 senny16tambah2 DWHS-20130324034tambah1senny18 senny19 photo1photo2photo6photo5photo3photo4DWHS-20130324023senny20hani17senny21

Kursus Masak bersama Pak Eric – Jilid 2

Pernah ke gruyere dan merasakan lezatnya meringue ?
ingin mencoba membuatnya sendiri ?

ikuti kursus masak bersama Pak Eric Hostettler

Hari : Minggu, tgl 27 January 2013
Jam : 15.00

Thema : Meringue dan mousse au chocolat

Pendaftaran selambat-lambatnya tgl 20 January 2012
kursus_eric2

Liputan Kursus Masak Pie Apel dan Pie Keju bersama Pak Eric

Tanggal 15 desember 2012, terdengar riuh rendah canda dan tawa di tengah keseriusan belajar memasak bersama Pak Eric Hostettler. Asli swis, namun fasih berbahasa indonesia, membuat nya tidak ada kesulitan untuk memberikan tips-tips dalam pembuatan pie apel dan pie keju.

Sehingga para peserta tidak tahan untuk tidak segera mencobanya begitu pie siap dihidangkan.Berikut video dari cara pembuatan kedua pie tersebut yang dibuat oleh keluarga Pak Eric sendiri, untuk memudahkan para anggota baik yang datang maupun tidak sempat datang untuk membuatnya.

Resep Pie Keju :

http://www.youtube.com/watch?v=oX_DykRcODA

Resep Apel Pie

http://www.youtube.com/watch?v=3CnIPQhEwfc

Foto-foto liputan oleh Tria Agustina dan Cessy Karina

kursus4

kursus20kursus21

kursus22kursus24

kursus2 kursus1 kursus5 kursus30 kursus7 kursus11 kursus10 kursus9 kursus8  kursus3 kursu10kursus23 kursus16 kursus15 kursus14  kursus6

kursus28 kursus27 kursus26 kursus25kursus29        kursus13kursus31kursus12

La Fête de Solidarité OMS / WHO Solidarity Fair

AIJ akan berpartisipasi dalam acara Solidarity Fair WHO, pada tanggal 12 Desember 2012, dengan stand makanan dan kerajinan Indonesia.

Dukung dan kunjungilah stand AIJ di WHO.

Bagi anggota/publik yang ingin menghadiri harap membawa ID (yang ada photo) untuk mendapatkan badge dari bagian security/resepsionis di pintu masuk.

Informasi mengenai WHO solidarity fair : 

http://www.who.int/formerstaff/events/en/

The WHO Solidarity Fair will be held on 12 December 2012 from 11H30 to 14H00 in the WHO main building in front of the entrance to the WHO Library. Proceeds will be used to promote the health of children, adolescents and adults afflicted by Down’s syndrome in Venezuela.